CPR bisa dilakukan di gunung untuk menangani Hipotermia
Halo bess kenalin aku Berlian salam sejahtera untuk kita semua,bagaimana kabar kalian apakah masih sehat sampai detik ini. Kalau di beberapa artikel aku kemarin kita cerita tentang perjalanan mendaki gunung di artikel kali ini aku bakalan share tentang informasi Hipotermia dan CPR selama digunung. Sebelumnya kita kenalan dulu apasih itu hipotermia. hipotermia adalah keadaan dimana tubuh secara cepat kehilangan panas dibandingkan panas tubuh yang dihasilkan,sehingga tubuh bisa saja mengalami penurunan dr suhu normal sekitar 37 derajat bisa menjadi 35 derajat dalam waktu yang sangat cepat, biasanya penderita tidak mengenali gejala awal dari kasus hipotermia. Hipotermia tidak hanya terjadi pada saat berada di ketinggian terlalu lama di dalam air juga bisa memicu terjadinya hipotermia. Gejala hipotermia sangat beragam antara lain :
• penurunan kesadaran seperti kebingungan
• bibir berwarna kebiruan
• napas pelan dan pendek
• merasa kedinginan yang hebat
• mengantuk dan lemas
• berbicara gagap dan bergumam
Dan masih banyak lagi beberapa gejala sebelum penderita mengalami hipotermia. Gunung-gunung tinggi rawan sekali pendakian mengalami hipotermia, oleh karena itu semua orang harus tau bagaimana cara menangani hipotermia yang terjadi di gunung, sebelum kita masuk di cara penanganannya kita akan belajar mengenai CPR yang dapat juga digunakan dalam penanganan kasus hipotermia. Apa itu CPR? Cardiopulmonary Resuscitation atau resusitasi jantung dan paru-paru atau CPR adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu. jadi CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup sama sekali dengan melakukan beberapa titik pemijatan atau penekanan pada dada. Kapan sih CPR boleh dilakukan? Yaitu ketika penderita hipotermia tidak sadarkan diri maka cpr boleh dilakukan dengan catatan ada orang lain sebagai saksi yang dapat melihat langsung bagaimana kondisi penderita selama dilakukan CPR oleh penolong.
Okei kita lanjut ke topik utama hubungan CPR dan hipotermia digunung, seperti yang sudah dijelaskan diawal hipotermia harus sesegera mungkin ditangani karena hipotermia adalah satu faktor penyebab kematian apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Berikut ini adalah penangan hipotermia di gunung :
• yang pertama pindahkan penderita hipotermia dari tempat dingin ke tempat yang lebih hangat dan kering
• buka pakaian yang basah,ganti dengan pakaian yang lebih hangat
• Bungkus badan penderita hipotermia dengan selimut hingga kepala menyisakan bagian wajah yang terbuka
• bila penderita masih sadar berikan minuman hangat pada penderita hipotermia untuk menghangatkan tubuhnya
• gunakan metode skin to skin (kulit ke kulit) dengan cara,buka baju anda kemudian bungkus badan anda bersama pasien dengan menggunakan selimut. Ini dilakukan untuk mentransfer panas tubuh anda akan ke pasien hipotermia
• terakhir lakukan CPR ketika penderita tidak sadarkan diri, sampai nadi kembali teraba atau hingga tenaga medis datang.
CPR boleh dilakukan apabil, penderita hipotermia tidak sadarkan diri dan semakin mengalami penurunan. CPR dilakukan dengan tetap memperhatikan:
• response
• compression
• airway
• breathing
• saksi mata pada saat CPR dilakukan
Mungkin itu aja sedikit informasi mengenai penanganan hipotermia dengan CPR selama di gunung, tetap jaga kondisi tubuh sebelum melakukan pendakian dan makan makanan yang sehat untuk mencukupi kebutuhan tubuh selama pendakian berlangsung.
Salam lestari
Berlian